Menyelenggarakan :
Kursus Tari Sunda Jaipong
Upacara Adat, Degung, Kacapi Suling, Electone, dll.
Selasa, 17 Juni 2014
Senin, 17 Maret 2014
Senin, 27 Januari 2014
Sabtu, 26 Januari 2013
Senin, 20 Agustus 2012
Idul Fitri 1433 H
Sampurasun, satapak lengkah, sarenghap napas, wujud nu jadi bukti, saksi rasa nu sarasa, datangna teu di sangka teu di sawang ngagubrag kana lahunan--
Ibarat bentang ka awang-awang, lir jamparing langit kolebat lir kingkilaban, pinuh sono wanoh lungguh tur wawuh, rupining hirup ku cahyaning bodas beureum koneng tur hideung, cing jadi jati diri nu sajati ngahiji jirim jeung jisim.
Kaweningan galih nu dipamrih, dada lega lingga murda lenggah ing manah, sajeroning wong sewang-sewangan. Sing lanang sing wadon, wong tuo darmaning wiwitan, wong mudo darmaning lakoni, sing kukuh pengkuh jangji ning ati, pastining nemu hirup hurip waras waluya sajati ning rasa salamina, sugeng rawuh warsih nu enggal, medal na syawal ngawalan kahirupan, neda hampura nu di teda wening galih nudi pamrih, nawakup qolbu ku alhamdu jembar manah nu di teda supados bersih wening lir cai dina kaca piring, taqobalahuminawaminkum siyamana wasiyamakum.
Wilujeng boboran siam 1433 H.
Hatur punten lahir tumakaning batin.
WassWrWb.
Apih Ajat.
Senin, 08 Agustus 2011
Surat dari mr. George Greene
Twenty years after living in Indonesia, I had the opportunity to return. I decided I will learn once again the wonderful music of West Java - in particular Gamelan Degung. Sanggarfitria arranged lessons for me in their studio in Cimahi near Bandung. The lessons were excellent and the experience most rewarding. I was taught some simple but beautiful songs on the bonang, by a very good young teacher; and had the opportunity to play during all my lessons with other experienced players on instruments of the gamelan orchestra. The studio group made me feel comfortable, and at the same time provided rigorous instruction. I would highly recommend Sanggarfitria to others wishing to learn gamelan. A basic knowledge of Bahasa Indonesia is helpful.
Beyond my own experience, I was impressed with the work of Sanggarfitria to involve young people to carry on the tradition of West Java music and dance.

George Greene
Chair
Stratos Inc.
Strategies to Sustainability
#1 Nicholas Street, Suite 1404
Ottawa, Canada
Senin, 11 Juli 2011
Mr. George Greene dan Degung
Dengan antusias dan penuh semangat beliau mempelajari bagaimana memainkan alat Bonang selama empat hari (4 - 7 Juli 2011).
Semoga mister George Greene merasa senang dan terkesan saat datang dan belajar kesenian Sunda. Orang Bule saja suka apalagi orang Sunda ya... Hayu ah siapa lagi yang harus melestarikan budaya Sunda -umumnya kesenian tradisional di Indonesia- kalau bukan kita sebagai orang Sunda.
Thank you very much for your kindly Mr. George. We are very proud and appreciate what you've done.
Go Mr. George...Go Degung... Go Kesenian Sunda... Go Budaya Indonesia!!!
Lihat Album :
===
George Greene
Chair
Stratos Inc.
Strategies to Sustainability
#1 Nicholas Street, Suite 1404
Ottawa, Canada
Kamis, 26 Mei 2011
RAMPAK KENDANG
Sebuah komposisi musik perkusi alat tabuh bernama Kendang. Permainanya kaya akan motif, warna, dinamis atraktif dan harmoni bak moto Ki Sunda: "Sili Wawangi".
"Dalam pemahaman Sunda terdapat falsafah yang menjadi salah satu kearifan budaya lokal. Pemahaman tersebut sering dikenal dengan istilah Ki Sunda, yang mencangkup 4 hal utama yang menjadi falsafah manusia.
Ki Sunda tersebut adalah Tilu nu Sapamula (3 yang mengawali semuanya), Dua nu Sakarupa (2 yang serupa), Hiji nu eta eta keneh (1 yang 1) dan diterapkan dalam 4 jalan etika, Sili Asih, Sili Asah, Sili Asuh, dan Sili Wawangi (Saling mengasihi,
mengasah, mengasuh agar saling mengharumkan."
Rampak Kendang terlahir pada tahun 1980-han, ketika NANDANG BARMAYA menampilkan pelajaran menabuh kendang secara klasikal di Kokar.
Kemudian YOYO RISYAMAN menampilkan komposisi tabuh kendang, yang selanjutnya Rampak Kendang merajalela setelah dikemas oleh GUGUM GUMBIRA TIRASONJAYA.
-sf-
Lihat Video :
Kamis, 19 Mei 2011
TARIAN CETA GEJUL
Koreografer : Ajat Sudrajat (Apih Ajat) | Sanggar Fitria Cimahi
Sajian tarian ini mengungkapkan suasana kegembiraan, bercanda, saling ejek yang biasa menimbulkan ironisme keseharian.
Terkadang muskil dalam rangsan kinetisnya yang terjalin melalui olahan gerak kain sarung, hihid (kipas) dan dipandu dengan gerak pencak silat, serta gerak harmonis diangkat dari suasana kerakyatan yang dikemas lewat tari Ceta Gejul.
Ceta adalah tingkah laku sedangkan Gejul adalah suatu perilaku yang aneh atau di luar kebiasaan. Jadi CETA GEJUL merupakan perpaduan tingkah laku yang bermacam-macam.
Lihat Video :
Rabu, 18 Mei 2011
Daftar Prestasi dan Kegiatan Sanggar Fitria
Daftar dari Sebagian Kegiatan/ Prestasi Sanggar Fitria :
Portofolio Beberapa Kegiatan dan Prestasi Sanggar Fitria | |||||
No. | Tahun | Kegiatan | Penyelenggara | Tempat | Prestasi |
1 | 15 Juni 2004 | Lomba Karya Cipta Jaipongan Tingkat Nasional | Komunitas Seniman Bandung Jawa Barat | Gedung Kesenian Sunan Ambu STSI Bandung | Koreografer Kategori Rampak |
2 | 21 Juni 2004 | Lomba Karya Cipta Jaipongan Tingkat Nasional | Pemerintah Kota Sukabumi Jawa Barat | Sukabumi Jawa Barat | Penampil Favorite |
3 | 17 September 2006 | Festival Tari Kreasi Seni Se-Jawa Barat dan DKI Jakarta | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat | Taman Mini Indonesia Indah | Kontingen Kota Cimahi |
4 | 20 Agustus 2007 | Pasinggiri Mojang Jaipong Jawa Barat | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat | Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat | Partisipan |
5 | 23 Mei 2009 | Gelar Aneka Ragam Seni Pertunjukan Rakyat "Ranggeuyan Ringkang Pangharepan" | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat | Balai Pengelola Taman Budaya Jawa Barat (Dogo Tea House) | Penata Tari Wakil Kota Cimahi |
6 | 28 Mei 2009 | Diskusi Seni "Budaya Kreative di Masyarakat Sunda" dalam Kegiatan Peningkatan Apresiasi Seni dan Pembinaan serta Pengembangan Seni Daerah | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat | Balai Pengelola Taman Budaya Jawa Barat (Dogo Tea House) | Partisipan |
7 | 29 Juli 2009 | "Wajah Jaipong Kini" | Komunitas Peduli Jaipong Jawa Barat & Koran Galura PR Group | Balai Pengelola Taman Budaya Jawa Barat (Dogo Tea House) | Partisipan |
8 | 06 Agustus 2009 | Tandang Adu Kreasi Ibing Jaipong Jawa Barat | Komunitas Peduli Jaipong Jawa Barat & Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat | Balai Pengelola Taman Budaya Jawa Barat (Dogo Tea House) | Partisipan |
9 | 15 Agustus 2009 | Gelar Sembilan Koreografer Jaipong | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat | Balai Pengelola Taman Budaya Jawa Barat (Dogo Tea House) | Penata Tari |
10 | 08 Nopember 2009 | Dalam Rangka Festival Permainan Anak Se Jawa Barat Pada Kegiatan Peningkatan Apresisasi Seni dan Pembinaan Serta Pengembangan Seni Budaya Daerah | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat | Balai Pengelola Taman Budaya Jawa Barat (Dogo Tea House) | Patandang Pang Motekarnya (Peserta Paling Kreatif) |
11 | 08 Nopember 2009 | Dalam Rangka Festival Permainan Anak Se Jawa Barat Pada Kegiatan Peningkatan Apresisasi Seni dan Pembinaan Serta Pengembangan Seni Budaya Daerah | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat | Balai Pengelola Taman Budaya Jawa Barat (Dogo Tea House) | Partisipan |
12 | 31 Desember 2009 | Gelar Aneka Ragam Seni "Kemprung Bajidoran" | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat | Balai Pengelola Taman Budaya Jawa Barat (Dogo Tea House) | Penata Tari |
13 | 29 April 2010 | World Dance Day 2010 - Solo Menari | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Solo Jawa Tengah | Institut Seni Indonesia Surakrta Jawa Tengah | Koreografer Kontingen Kota Cimahi |
14 | 15 Mei 2010 | Pagelaran Peningkatan Apresiasi Seni Unggulan "Lawung Motekar 9 Koreografer" pada Kegiatan Gelar Seni dan Minat Bakat Masayarakat pada Seni Budaya Jawa Barat | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat | Balai Pengelola Taman Budaya Jawa Barat (Dogo Tea House) | Ketua Pelaksana Kegiatan |
15 | 09 Juli 2010 | Duta Seni Pelajar se- Jawa Bali | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat | Solo (Surakarta) Jawa Tengah | Peserta Kontingen Jawa Barat |
16 | 16 Juli 2010 | Solo International Performing Arts (SIPA) 2010 | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Solo Jawa Tengah | Kota Surakarta Jawa Tengah | Penata Tari |
17 | 02 April 2011 | Pergelaran Seni Budaya Daerah 2011 | Sanggar Seni Getar Pakuan dan Peda Kota Bogor Jawa Barat | Bogor Jawa Barat | Juri Tari Jaipongan |
18 | 14 April 2011 | Lomba Kreasi Tari pada Acara Pekan Kreatif dan Pameran RRI Bandung | Radio Republik Indonesia (RRI) Bandung Jaw Barat | Bandung Jawa Barat | Juara III |
Kamis, 11 November 2010
SINOPSIS TARIAN SUNDA
Cikeruhan adalah nama sebuah lagu untuk mengiringi ketuk tilu gaya Bandung (Pakidulan). Ungkapan penyajian garapan ini dicoba lewat jalinan perpaduan ketuk tilu gaya Subang dan Karawang (kaleran) terpatri dalam kemasan suasana gahar (ceria/ segar), gembira, hangat, semangat, humor dan kebersamaan. Diusung oleh penari ronggeng (wanita) dengan pamogoran sebagai penari pria.
TARI RONGGENG NYENTRIK :
Ronggeng Nyentrik merupakan nama lagu kreasi dari jaipongan wanda anyar (baru) dengan suasana ceria dan semangat, serta terpatri lewat gerak goyangan pinggul yang diusung oleh penari-penari ronggeng (wanita) dan dipadu dengan gerak pencak silat. Kata nyentrik menunjukkan penari ronggeng dengan suasana kekinian (modern).
TARI BANGBARONGAN :
Tari ini merupakan kamonesan atau kreasi kesenian pertunjukan rakyat yang dipadu dengan kesenian lainnya, seperti kuda lumping, bangbarongan, pencak silat, debus, serta penari pengarak. Pertunjukkannya biasanya dilakukan di jalanan atau halaman terbuka atau dengan kata lain disebut HELARAN. Suasana pertunjukkannya ceria, gembira dan semangat. Para penonton biasanya terlibat turut menari bersama pada waktu arak-arakan atau helaran.
Senin, 29 Maret 2010
Pasanggiri Jaipong - Braga City Walk 2010
Braga City Walk, 27 - 28 Maret 2010
Di bawah EO Maharani Enterprise, Sanggar Fitria kembali berpartisipasi dalam kegiatan Pasanggiri Jaipong Tingkat Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 60 pesera dari berbagai Sanggar di Bandung dan Sekitarnya, mulai dari tingkat A (Taman Kanak-kanak), Tingkat B (SD kelas 1-3), Tingkat C (SD kelas 4-6) dan Tingkat D (SMP).
Pemenang dari Sanggar Fitria, Wanda (Favorit II) untuk tingkat D, Tiara (Juara Harapan I) Tingkat C, Qory (Harapan II) dan Wulan (Harapan III ), Tasya (Favorit Utama)untuk tingkat C.
Semoga kegiatan ini akan terus memicu semangat dan kerja keras peserta lain yang belum masuk juara. Kepada para pemenang Selamat ya... Buat anggota lain tetap semangat!!!
-RK-
Foto-foto kegiatan :
Agnes Juara I Tk. D
Wanda Harapan Utama
Para Juara Tk. D
Tiara Juara Harapan I Kategori C
Pada Juara Kategori BKamis, 18 Februari 2010
LAWUNG MOTEKAR 9 KOREOGRAFER 2010
Jadwal Event Lawung Motekar 9 Koreografer Jaipong Jawa Barat 2010,
di
Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House)
JAIPONGAN, NGAWIHAN, NGIGELAN, NGIGELKEUN JAMAN
Sabtu, 02 Januari 2010
Selamat Tahun Baru 2010
Kamis, 19 November 2009
Dahsyat - Rampak Gendang
Selasa, 03 November 2009
Lomba Kaulinan Urang Lembur

Festival perlombaan permainan tradisional sunda akan diselenggarakan di Taman Budaya Dago Teahouse Bandung, 7 - 8 November 2009.
Sanggar Fitria sebagai Kelompok Pemilik dan Pemelihara Budaya Sunda terus konsisten untuk tetap melestarikan budaya Sunda khususnya melalui perlombaan ini berkeinginan untuk memperkenalkan jenis-jenis permainan jaman dahulu yang sekarang sudah tergeser dengan permainan modern.
Tentang permainan tersebut dari http://su.wikipedia.org/wiki/Kaulinan_budak disebutkan bahwa:
Kaulinan Budak nyaeta rurupaning kaulinan heubeul ieu biasana kudu dipaénkeun ku leuwih ti saurang. Sipat ieu tangtuna mangaruhan sifat budak sacara umum. Kaulinan elektronis ngadidik budak jadi teu kaiket/mahardika/independen, ngulik jeun kompetitip. Sabalikna, kaulinan heubeul ngajarkeun budak hirup sauyunan jeung paheuheuyeuk leungeun. Sawatara jalma boga pamadegan yén ieu téh aya hubunganna jeung sipat barudak ayeuna, hartina masarakatna nu bakal kahareup, anu leuwih gedé rasa kasoranganana jeung turun rasa babarenganana.
Dua sifat ieu aya goréng aya alusna, teu bisa dibédakeun hideung bodas. Ieu tangtuna tangtangan pikeun kolot supaya bisa ngawanohan budak jeung dunyana supaya kahareupna generasi hareup jadi generasi nu mardika, kompetitip, ngulik tapi teu égois, atawa boga 'rasa sosial' nu lemes.
Salian ti ngajarkeun rasa babarengan éta, hiji ciri lain kaulinan barudak lembur baheula téh biasana mah tara leupas ti kakawihan, sanajan kawihna ngan saukur kawih pondok tur leuwih deukeut kana hariring tibatan kana ngawih. Contona, dina kawih kaulinan pelak cau nu ngabogaan pancén "nyabut" bibit cau kudu uluk salam heula maké kawih. Kusabab ieu, loba nu ngahijikeun kakawihan jaung kaulinan budak.
Rupa-rupa Kaulinan Budak
Dina daptar di handap disebutkeun rupa-rupa kaulinan budak Sunda.
| kaulinan budak bari kakawihan anu biasana dipetakeun di buruan jeung perlu lobaan. | |
| kaulinan nu niru-niru jelema nu geus rumah tangga, aya bapa, ibu, anak, tatangga, warung, pasar, jsb. Biasana dilakukeun ku barudak awéwé, tapi saupama aya budak lalaki sok pirajeunan dijadikeun bapa. | |
| kaulinan anu dipetakeun ku cara silihbeunangkeun (ditoél) bari ngajaga bénténg anu dijaga ku batu, talawéngkar, jsb. | |
| kaulinan anu maké bal béklén jeung sawatara kewuk. Biasana dilakukeun di jero imah atawa téras. | |
| kaulinan anu maké bal saukuran bal ténis pikeun malédog talawéngkar nu ditumpukkeun. Upama keuna, anu jadi ucing kudu ngaberik terus malédogkeun bal ka nu malédog tumpukan talawéngkar bieu. Kitu terus nepikeun kabéh pamaén keuna kabalédog. | |
| kaulinan maké papan kai dieusi kewuk. | |
| kaulinan di jero imah bari kakawihan. Aya nu jadi ucing nu kudu neguh barang anu dikeupeul ku batur. Upamana nu ngeupeul éta batuna kateguh, gantian jadi ucing. | |
| kaulinan bari kakawihan. | |
| kaulinan anu maké mikir lantaran butuh stratégi sangkan buah dam urang teu béak dihakan ku buah dam batur anu jadi lawan urang. | |
| kaulinan maké leungeun bari kakawihan. Leungeun ditumpuk bari meureup nyarupa endog, terus gogoléangan atawa endogna peupeus nuturkeun kawih. | |
| kaulitan mangsa sawah dibuat ku cara niupan tarompét tina jarami. | |
| kaulinan anu biasana maké sarupaning sisikian (siki asem, siki tanjung, jsb.) | |
| kaulinan ku cara éngklé-éngkléan bari suku nu teu napak kana taneuh mawa batu. Nalika nepi kana kalang anu jadi bates, batu éta kudu ditajongkeun kana batu séjén anu ditangtungkeun | |
| kaulinan maké kalang di taneuh buruan ku cara lumpat ti hiji kalang ka kalang lain terus balik deui. Salila bulak-balik, teu meunang katoél atawa beunang ku nu ngajaga kalang. Dipaénkeun baladan. | |
| kaulinan maké awi bébékan anu kudu dibetrikkeun pajauh-jauh ku jalan diteunggeul ku paneunggeul tina awi ogé. | |
| kaulinan paluhur-luhur nyieun gugunungan tina taneuh, biasana taneuh ngebul. | |
| kaulinan lobaaneun anu salah saurangna jadi hayam, saurang nu lain jadi careuhna. Hayam diudag-udag careuh bari lulumpatan sanajan teu laluasa lantaran dihalang-halang nu séjén anu jadi pager. | |
| kaulinan leumpang maké awi dua anu aya panincakan. Disebut ogé égrang | |
| kaulitan ngaluncatan tali anu dicekelan ku duaan. Talina saeutik-saeutik diluhurkeun. | |
| kaulinan maké kaléci. Aya rupa-rupa aturan. | |
| kaulinan lobaaneun bari kakawihan, pacekel-cekel taktak, jeung ngantay maju siga oray luar-léor. | |
| kaulinan bari kakawihan jeung paciwit-ciwit leungeun nuturkeun paréntah kawih | |
| kaulinan bari kakawihan jeung nyangkedkeun unggal suku sabeulah, terus puputeran teu meunang leupas. | |
| kaulinan nangkeup tihang imah ku sababaraha urang pauntuy-untuy. Aya hiji nu kudu nyobaan ngabetot budak ti nu pangtukangna sina leupas. | |
| kaulinan peperangan pabalad-balad bari maké pedang anu dijieun biasana tina awi. Saurang dianggap paéh upama sukuna ti tuur ka handap katoél ku pedang musuhna. Kitu saterusna nepikeun kabéh musuh paéh. | |
| kaulinan ku cara éngklé-éngkléan make ngaliwatan kalang kotak-kotak. Aya kotak anu ditandaan ku kojo (tina batu) anu teu meunang ditincak. | |
| ampir sarua jeung éngklé, ngan batuna dibawa ku suku bari leumpang gancang terus sarua ditajongkeun kana batu séjén anu ditangtungkeun | |
| kaulinan lulumpatan jeung nyingcétan lantaran diudag jeung rék ditoél ku nu jadi ucing. | |
| kaulinan néangan batur nu nyumput upama saurang jadi ucing. Biasana ucing ngitung heula méré waktu batur nyumput saacan kudu néangan kabéhanana. Aya rupa-rupa aturan. |
---


Gambar diunduh dari http://bandungkotakembang.blogspot.com/
Senin, 02 November 2009
Kemilau Nusantara 2009 (yang tidak berkilau...)
Menyaksikan perhelatan akbar seni budaya Kemilau Nusantara 2009 yang diharapkan mampu menjadi wahana apresiasi budaya masyarakat ternyata menuai banyak keluhan. (PR-http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=107261)Rangkaian acara yang berlangsung pada 29-31 Oktober itu adalah kegiatan tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat dan dilangsungkan di Bandung. Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, membutuhkan dana yang mencapai Rp 3 miliar. Dan pada tahun ini, peserta Kemilau Nusantara tercatat 14 provinsi.
Kompas (http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/02/03522677/kemilau.nusantara.2009.semrawut) dalam beritanya menuliskan bahwa beberapa peserta Kemilau Nusantara 2009 dari luar Jawa Barat mengeluhkan semrawutnya penyelenggaraan acara. Mereka berharap panitia melakukan evaluasi menyeluruh karena bukan mustahil tahun-tahun mendatang tidak ada lagi peminatnya. Kepala Seksi Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Arif Rofiq, Jumat (31/10), menilai bahwa penyelenggaraan Kemilau Nusantara tahun ini sangat kacau dan tidak profesional. Panitia penyelenggara dinilai tidak menghargai peserta dari luar Jabar.
Kekecewaanpun menghinggapi kami para seniman yang berada di wilayah Kota Cimahi. Peserta helaran (pawai) yang diturunkan oleh kota Cimahi masih jauh dari harapan. Padahal potensi seni dan budaya di daerah Cimahi sangatlah banyak dan beragam. Ini bukti bahwa pemkot Cimahi masih belum menggali potensi budaya khususnya yang berada di daerahnya. Hayu atuh taun hareup mah urang buktikeun ka masyarakat pak Walkot...







Senin, 24 Agustus 2009
Semua demi Jaipong

Foto : Dok Pribadi - By Sudiarto
Sumber berita : http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=93863
MEDIO Februari 2009 lalu, kuping sejumlah seniman dan budayawan di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, dibuat panas. Mereka meradang dengan tersiarnya kabar Gubernur Jawa Barat H. Heryawan mengeluarkan larangan terhadap seni ibing jaipong karena adanya unsur "3G" (goyang, geol, dan gitek) ditampilkan di Jawa Barat.
Amarah seniman dan budayawan sedikit mereda dengan diadakannya pertemuan antara Gubernur Jabar H. Ahmad Heryawan, Ketua DPRD Jabar H.A.M. Ruslan, serta sejumlah tokoh seni dan budayawan Jabar. Namun, kemarahan kembali menyeruak ketika Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, mengeluarkan pernyataan yang menyebut sejarah jaipong berawal dari tempat-tempat maksiat dan jaipong adalah tarian erotis.
"Bercermin dari kasus jaipongan tersebut, kami merasa punya tanggung jawab meluruskan hal-hal yang keliru. Dengan adanya pernyataan seperti itu, setidaknya citra jaipongan di masyarakat menjadi kurang baik, padahal sebenarnya tidak demikian," ujar Mas Nanu Muda, S.Sen., M.Hum., salah seorang akademisi yang juga praktisi seni tari tradisi.
Dengan alasan itu pula, dipandang perlu adanya sebuah wadah dalam bentuk Komunitas Peduli Jaipong Jawa Barat (KPJJB). Menurut Mas Nanu, yang menjadi salah satu bidan bagi lahirnya KPJJB, pembentukan wadah tersebut merupakan bentuk kepedulian sejumlah seniman dan budayawan Sunda, tidak hanya terhadap seni ibing jaipongan dan tari secara umum, tetapi juga terhadap kondisi kesenian dan seniman Sunda (tradisi) secara keseluruhan saat ini.
"Memang KPJJB awalnya dibentuk sebagai bukti seni ibing jaipong masih eksis dan diterima masyarakat luas. Akan tetapi, di jajaran pengurus melihat kondisi seni dan budaya serta seniman dan budayawannya tidak ubahnya seperti anak ayam kehilangan induknya. Mereka diakui keberadaannya, tetapi tak ada yang peduli," ujar Mas Nanu.
Dalam usianya yang masih seumur jagung, KPJJB berkembang pesat. Tak hanya seniman dan budayawan Sunda, penari dan penyuka seni Sunda turut tergabung di dalamnya. Secara rutin mereka mengikuti kegiatan latihan bersama, diskusi, dan workshop.
Kegiatan workshop diselenggarakan di sejumlah sanggar seni, seperti di Kab. Purwakarta, Kota dan Kab. Bogor, Kota Cimahi dan Kab. Bandung Barat. Kegiatannya melibatkan seniman tari, musik (nayaga), pelukis, dan pemerhati dari berbagai akademisi. Demikian pula dengan diskusi yang digelar di Aula Redaksi Koran Sunda Galura, akhir bulan lalu yang disambung dengan Festival Tandang Ibing Jaipong bertempat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat. "Meski uang penyelenggaraan hasil patungan para koreografer dan uang hasil pendaftaran, penyelenggaraan yang diikuti 260 peserta dapat berjalan lancar," ujar Mas Nanu.
Berdasarkan kesepakatan para pendiri KPJJB, menurut Mas Nanu, ditegaskan KPJJB ke depan akan menjadi sebuah komunitas independen yang peduli terhadap seni, khususnya seni tradisi dan para pelakunya. Namun, karena KPJJB juga beranggotakan para praktisi dan akademisi, serta masyarakat penyuka seni budaya, dalam setiap pertemuan, permasalahan budaya menjadi bahan pembicaraan. "Bahkan, kebijakan-kebijakan berikut kegiatan pemerintah yang berkenaan dengan seni budaya tak luput jadi bahan telaahan kami," ujar Sudrajat pemilik Sanggar Seni Fitria, Kota Cimahi, menambahkan.
Dikatakan Sudrajat, KPJJB lahir sebagai jawaban atas kegusaran dan bentuk keprihatinan sejumlah pelaku seni, khususnya tradisi terhadap kurangnya perhatian dan apresiasi terhadap warisan seni budaya bangsa. "Alih-alih memberikan perhatian yang terjadi, justru hanya memunculkan jargon-jargon," ujar pria yang akrab dipanggil Apih Ajat ini.
Menurut Apih Ajat, hingga saat ini masih timbul perdebatan antara kebudayaan, seni tradisi, dan agama. Kalangan seniman dan budayawan memiliki pandangan tersendiri tentang seni budaya. Mereka menganggapnya sebagai warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan. Sementara itu, kaum ulama juga punya pandangan tersendiri mengenai seni budaya.
Ia mencontohkan kasus jaipongan yang diadopsi Gugum Gumbira dari seni bajidoran dan dombret. Di satu sisi, terjadi proses adopsi dan penerimaan terhadap seni yang kemudian digandrungi masyarakat. Namun di sisi lain, sejumlah ulama memandang dari sisi agama, menganggap tarian tersebut kurang pantas karena terlalu menonjolkan unsur erotisme.
"Mungkin di sinilah posisi KPJJB. Kami akan berupaya memberikan pengertian, bukan menciptakan konflik dan membuat masalah baru," ujar Apih Ajat.
Sementara Gondo Gandamana lebih menginginkan kehadiran KPJJB sebagai komunitas independen yang menitikberatkan pada upaya-upaya pelestarian dan perhatian pada nasib dan kondisi para pelakunya (seniman). "Kita harus belajar banyak dari Yogya, Solo, dan Bali, bahkan sejumlah daerah di Kalimantan dan Sumatra. Di sana komunitas bersama pemerintah setempat bahu membahu melakukan upaya pelestarian terhadap seni budaya dan mengayomi senimannya," ujar Gondo yang lebih dikenal dengan sapaan Gondo Soulmate.
Untuk menjaring aspirasi dan mengakomodasi keinginan dari para seniman, budayawan, maupun masyarakat pencinta seni tradisi, di sejumlah daerah kota dan kabupaten dibuka sekretariat KPJJB. Di Kota Bandung, sekretariat terdapat di Padepokan Sekar Panggung (Ujungberung) dan Sanggar Rumingkang, Sanggar Fitria, Rengganis.
Sekretariat lainnya ada di Sanggar Dangiang (Kota Cimahi), Padepokan Kalang Kamuning dan Sanggar Surya Medal (Kab. Bandung Barat), Sanggar Arum (Kota Bogor), Sanggar Purna Yuda (Kab. Purwakarta), Sanggar Prameswari (Kab. Sukabumi) dan disejumlah kota serta kabupaten di Jawa Barat lainnya. (Retno HY/"PR")***
---



Kamis, 20 Agustus 2009
Marhaban ya Ramadhan….
Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,
Marhaban ya Ramadhan….
Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1430 H
Meraih kasih menata cinta,
beralaskan ikhlas bernaung iman,
semasa hayat bersimbah khilaf,
berharap diri di basuh maaf.
Mohon ma-af lahir dan bathin untuk segala kesalahan dan kekhilafan.
Semoga dengan puasa mempertemukan kita dengan Keagungan Lailatul Qadar dan kita semua menjadi pilihan-Nya untuk dikabulkan do'a - do'a dan kembali menjadi fitrah. Amin




lopph+yUw%28%3B%28814%29.jpg)
lopph+yUw%28%3B%28815%29.jpg)
lopph+yUw%28%3B%28818%29.jpg)
lopph+yUw%28%3B%28816%29.jpg)
lopph+yUw%28%3B%28820%29.jpg)
lopph+yUw%28%3B%28819%29.jpg)

